Iseng

Tadi pagi, selepas makan sahur, aku duduk di kursi santai depan rumah. Sambil menghabiskan beberapa batang rokok.

Lama pandangan tertuju ke lantai rumah. Tiba-tiba, kepikiran tentang perbedaan orang bodoh, orang pintar dan orang cerdas dilihat dari sikap mereka saat melihat tahi ayam di lantai depan rumah. Cerita ini sudah lama tersebar sembari aku sendiri tak tau siapa yang memulai.

Alurnya begini: Orang bodoh, jika melihat tahi ayam, cukup tahu saja. Selain menoleh, kaki sedikit menghindar. Tetapi bagi kalangan bodoh yang lain, kalau sial, mereka menginjak tahi ayam saking acuhnya dengan penglihatan. Maklum, statusnya bodoh.

Kini orang pintar. Bagi kalangan ini, tahi ayam tidak cukup untuk diketahui wujudnya saja. Lebih dari itu, mereka meneliti lebih lanjut informasi tentang tahi ayam. Misalnya dengan menyentuhnya untuk mengecek, apakah tahi ayam ini masih hangat atau tidak. Dengan begitu, bisa diketahui, kapan tahi ayam itu diproduksi. Lebih lanjut, bisa diketahui, apakah efeknya jika terinjak orang. Tentu buruk. Karena itu, perlulah dilakukan upaya prefentif dengan menulis pengumuman di atas sehelai kertas: awas ada tahi ayam !

Bagi si cerdas, tak perlulah banyak gaya. Saudara sekalian sudah bisa menebak, apa yang bakal dilakukan orang cerdas ketika melihat tahi ayam.

.\ /.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »