KKN SEPANJANG TAHUN

KKN SEPANJANG TAHUN

Jika kampung rame kalau ada mahasiswa KKN, itu artinya masyarakat di desa butuh orang-orang muda terdidik yang mau hidup di desa.

Kalo sekolah rame karena ada yang KKN, itu artinya sekolah lebih butuh banyak didampingi orang baru.

Sedari dulu saya mengusulkan KKN dibuat sepanjang tahun, bukan hanya pas Agustusan saja. Biar kampus yang harusnya menjalankan Tri Dharma ada gunanya.


Sekitar “Santan”

 

oleh Ai Nurhidayat

Bagi warga Masyarakat Pangandaran, kelapa memiliki peran penting di dalam kehidupan. Keberadaan pohon kelapa bukan sekedar memenuhi seluruh pandangan setiap orang yang berkeliling di Pangandaran. Lebih dari itu, kelapa menunjukan makna yang lain, mulai dari filsafat, ilmu pengetahuan, ekonomi, kepercayaan, dan aspek kebudayaan lain.

Hampir semua unsur kehidupan warga berkaitan dengan kelapa. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan pohon kelapa yang hampir ada di pekarangan rumah dan kebun yang dimiliki setiap keluarga. Kelapa Adalah pohon paling bersahabat dengan seluruh anggota keluarga, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan lansia. Keberadaan produk turunan kelapa ada pada hampir semua unsur bangunan, peralatan, pangan, hingga dekorasi. Pada sejumlah ritual, kelapa selalu hadir dalam bentuk sesajen perlambang bumi, maupun varian masakan yang melambangkan kekayaan jenis pangan.



Sekolah Bagus

Celoteh Ai Nurhidayat


Sekolah yang bagus itu yang gimana, yak?

Pertanyaan ini patut dilontarkan kepada semua pihak yang percaya pendidikan sebagai jalan terbaik untuk segenap manusia menghadapi tantangan kehidupan.

Jadi, sekolah yang bagus itu apa?

Ada dua hal yang harus terlebih dahulu tuntas di sini. Istilah sekolah dan istilah bagus.

Sekolah, asal katanya 'scholae' (Latin) waktu luang. Mulanya, istilah ini menggambarkan pada suatu masa di Yunani, orang yang sekolah adalah yang memiliki waktu luang. Mereka adalah kalangan orang terpandang, kaya dan tidak memiliki tuntutan bekerja. Biasanya, anak-anak pembesar yang keluarganya berkecukupan.

Kaum pekerja, tidak ada waktu luang untuk datang berkumpul menyimak pengetahuan. Mereka harus bekerja. Tidak ada kesempatan mengakses pengetahuan dari catatan yang hanya kalangan tertentu saja. Apalagi ikut diskusi dan berpikir, mendebat sesuatu yang berat.

Apa kaitan sekolah, belajar dan pendidikan? 

Sekolah adalah salah satu tempat belajar dan bagian kecil dari pelaksanaan pendidikan.

Karena hanya salah satu tempat dan bagian kecil saja dari pendidikan, sekolah memang layak disebut tempat mengisi waktu luang. 

Orang tua bekerja atau memiliki kesibukan, anaknya tentu dapat mengisi waktu luang untuk sekolah. Belajar mengakses sumber pengetahuan dan berinteraksi dengan sesama peserta lain agar tradisi pengetahuan tumbuh. Tapi tentu pengetahuan yang dimaksud berkaitan dengan ilmu, sikap dan keterampilan.

Jadi, istilah sekolah menunjukkan pada ruang interaksi peserta, dengan sejumlah teman termasuk fasilitator untuk membincang ilmu, mengelola sikap dan mengulik keterampilan.

Sekolah bukan tentang bangunan, hanya memang perlu tempat yang nyaman. Bukan pula tentang alat, walaupun saat belajar butuh fasilitas yang menunjang. Apalagi tentang biaya, karena tanpa biaya sekalipun, sekolah dapat berlangsung. Hanya saja, yang terakhir ini agar tidak menyulitkan diri sendiri, setiap orang yang terlibat harus membincangkannya, menyepakati bersama apa yang benar-benar diperlukan.

Setelah tuntas membincang soal sekolah, mari kita membincang soal istilah bagus. Bagus adalah yang sesuai dengan selera setiap orang dan pasti berbeda-beda. Semakin banyak yang memiliki selera sama, belum dapat dikatakan bagus. Bagus atau tidak bukan soal pilihan mayoritas, tapi soal memenuhi selera. Karena itu, sebuah tempat disebut bagus hanya bila memenuhi selera orang yang merasakannya. Selera orang berubah-ubah. Jadi bisa jadi, bagus tidaknya sebuah tempat berubah seiring situasi. 

Pada pertanyaan sekolah yang bagus yang seperti apa? Kita sudah bisa menebaknya. Sekolah bagus adalah yang menjawab selera orang yang merasakannya. 

Jadi kalau mencari sekolah bagus, mulailah dengan yang sesuai selera. Rasakan semua hal yang ada di sekitarnya. Jika sesuai, itulah sekolah bagus. Jika tidak sesuai, berarti sekolah itu bukan bagus untuk kita. Mungkin, sekolah itu bagus untuk orang lain yang memiliki seleranya sendiri.

Apakah sekolah bagus perlu dibincangkan terus menerus? Harus. Tapi membincang sekolah bagus dimulai dari membincang 'selera kita' terlebih dahulu. Karena dalam kehidupan, kita adalah subjeknya. Kita yang harusnya selesai membincangkan diri kita yang hidup dari pada membincang objek yang mati.

Dayat

Dayat

Ada banyak Dayat. Dayat satu ini adalah seorang pengurus mesjid sebuah tajug kecil di sebuah blok seluas RT di tengah dusun Cikubang yang disebut Karangtengah. Sebelum berkisah tentang Dayat, mari telusuri asal-usul kampung ini.

Karangtengah menurut warga setempat bermula dari sebuah mumuntuk, bukit kapur karang yang jika Kampung Cikubang banjir, yang tidak terendam hanya mumuntuk itu. Bukit itu kecil, terkenal angker dan mengandung surupan air. Tempat mukim ikan seperti lele, udang, betok, sepat dan jenis ikan lain.

Bah Kidik, seorang warga yang meninggal di akhir abad lalu, mengusulkan Karangtengah diganti dengan Sukamaju. Usulan Bah Kidik diterima begitu saja lantaran sosok tua berambut putih itu seorang pertapa yang bagi sebagian penduduk menjadi tempat bertanya. Orang sekarang mungkin akan menyebutnya dukun. Entah terawangan apa yang mendorong Bah Kidik mengubah nama tempat ini menjadi Sukamaju. Sejumlah warga mengamini saja dengan harapan kampung ini benar-benar menyukai kemajuan.

Belakangan ramalan Bah Kidik benar. Setelah ada siswa dari berbagai wilayah Nusantara belajar dan tinggal di kampung itu, Sukamaju menjadi tempat yang didatangi banyak orang. Sejak tahun 2018, kampung itu memiliki sebutan baru, yaitu Kampung Nusantara. Sejak saat itu pula, tajuk yang dijadikan tempat ibadah warga itu berganti nama menjadi Mesjid Istiqlal. 

Sebagai pengurus mesjid, Dayat sering menjadi imam mesjid, muadzin, dan menabuh beduk, tukang sapu. Imam mesjid sebenarnya adalah Mang Apan, pengurus DKM di mesjid jami' atau mesjid yang sering digunakan Jumatan. Muadzin sebenarnya juga adalah Ki Ating yang sejak janari atau sebelum subuh sering melantunkan pupujian. Dayat menjadi serep imam dan muadzin manakala Mang Apan dan Ki Ating absen.

Di luar waktu shalat, Dayat adalah seorang pembimbing asrama. Setelah subuh, sosoknya akan dijumpai di dapur asrama bersama siswa yang piket untuk menanak nasi. Nasi ini menjadi makanan pokok yang akan dihidangkan untuk sarapan pagi dan makan siang siswa asrama dan keluarganya. Sekitar 60 porsi untuk sekali makan.  

Untuk makan malam, Dayat kembali memasak bersama siswa yang sudah terjadwal piket seminggu sekali. Sebagai pembimbing asrama, Dayat juga mengurusi sejumlah lahan yang hasil produksinya digunakan untuk kebutuhan lauk yang akan disantap siswa asrama. Sayuran, ubi-ubian, buah-buahan, ikan, dan padi yang ditanam dan dipelihara ini berada di 9 titik lahan miliknya dan sebagian lahan milik yayasan.

Untuk mengurusi lahan yang tersebar di beberapa desa itu, sekali waktu Dayat dibantu oleh siswa. Termasuk untuk belanja ampas tahu, memberi makan ikan, menyiapkan lahan tanam, daut,
tandur, ngarambet, panen padi, jemur padi hingga padi siap disimpan.

Setiap Sabtu, atau waktu-waktu terjadwal di sekolah, Dayat menjadi pemandu sekolah lapang. Pengalamannya dalam mengelola lahan secara ekologis sangat berguna untuk membantu siswa memahami praktik pertanian yang berkelanjutan.

Apa sesungguhnya latar belakang Dayat? Sebentar. Kita lihat dulu aktivitasnya yang lain.

Social Cultivator | Ai Nurhidayat | Kelas Multikultural

Ini jejak digital saat saya diberi kesempatan oleh TEDxJakarta pada tahun 2018. Acara yang digelar di Balai Sarbini Jakarta ini diberi tema Jagad Manusia. Saya hanya bercerita tentang pengalaman yang saya alami dalam membuat Kelas Multikultural dan Kampung Nusantara.

Berikut videonya :

Tentu saja banyak hal yang tidak terceritakan dan banyak juga yang perlu dilengkapi. Tetapi sedikit banyak apa yang disampaikan adalah apa yang sedang diperjuangkan. Semoga Indonesia menjadi lebih keren.